Articles Source Elektronika dan Instrumentasi: Rangkaian Pembagi Tegangan

Senin, 07 Juni 2010

Rangkaian Pembagi Tegangan

Pembagi Tegangan.
Menghubungkan resistor seri seperti ini pada tegangan DC memiliki satu keuntungan, tegangan yang berbeda muncul di setiap resistor menghasilkan sebuah rangkaian yang disebut Rangkaian Pembagi Tegangan. Rangkaian yang ditunjukkan di atas adalah pembagi tegangan sederhana di mana tiga 1V, 2V dan 6V dihasilkan dari satu supply tegangan battery 9V. Hukum tegangan Kirchoff menyatakan bahwa " tegangan dalam rangkaian tertutup sama dengan jumlah semua tegangan (IR) di seluruh rangkaian". Rangkaian dasar Resistor Seri sebagai Pembagi Tegangan dapat dilihat pada Gambar rangkaian dibawah ini;


Rangkaian Pembagi Tegangan

Dalam rangkaian dua resistor yang dihubungkan secara seri melalui Vin, yang merupakan tegangan listrik yang terhubung ke resistor, Rtop, di mana tegangan keluaran Vout adalah tegangan resistor Rbottom yang diberikan oleh formula. Jika lebih resistor dihubungkan secara seri pada rangkaian maka tegangan yang berbeda akan muncul di setiap resistor berkaitan dengan masing-masing hambatan R (IxR hukum Ohms) menyediakan tegangan berbeda dari satu sumber pasokan/catudaya. Namun, harus berhati-hati ketika menggunakan jaringan jenis ini sebagai impedansi karena dapat mempengaruhi tegangan keluaran. Sebagai contoh;
Misalkan Anda hanya memiliki 12V DC supply dan rangkaian Anda yang memiliki impedansi 50Ω memerlukan pasokan 6V. Menghubungkan dua nilai yang sama resistor, misalkan masing-masing 50Ω bersama-sama sebagai sebuah jaringan pembagi potensial di 12V akan mendapatkan hasil yang diharapkan /baik sampai anda menambahkan beban rangkaian kedalam jaringan.. Hal ini ditunjukkan seperti rangkaian di bawah ini:
Contoh No. 1
Menghitung tegangan di X and Y.
a) Tanpa penambahan RL
b) Dengan RL tersambung



Seperti yang dapat Anda lihat dari atas, Vout tegangan output tanpa resistor beban terhubung memberikan kita yang diperlukan yakni 6V, tapi tegangan output yang sama pada saat beban Vout terhubung turun menjadi hanya 4V, (Resistor dalam Parallel). Maka tegangan keluaran Vout ditentukan oleh rasio Vtop untuk Vbottom dengan efek mengurangi level tegangan sinyal atau dikenal sebagai Attenuation sehingga harus berhati-hati bila menggunakan jaringan pembagi potensial. Semakin tinggi beban impedansi menimbulkan efek pembebanan pada output.
Sebuah resistor variabel, potensiometer atau sering disebut juga Pot, adalah contoh yang baik dari multi-resistor pembagi tegangan. Pengaturan dengan memutar/menggeser tombol pada portensiometer akan menghasilkan Resistansi yang berbeda pada kaki resistor sehingga akan menghasilkan tegangan keluaran yang kita harapkan dengan lebih akurat.

5 komentar:

  1. selamat siang, adakah cara yang lebih sederhana dalam rangkaian pembagi tegangan tersebut? seumpama dengan hanya satu resistor saja.

    BalasHapus
  2. Mw tny dunk mz. Klo dr aki 6v 4.5A diturunkan ke 1.5v bgm ya caray. Mw sy pake water pump yg digerakkan baterai 1.5v.. Terimaksh

    BalasHapus
  3. kalau rangkaian pembaca tegangan bersama sensor arus untuk kwh digital bagaimana ya skematik-nya ??

    BalasHapus
  4. Makasih banyk ilmunya mas sangat bermanfaat...

    BalasHapus
  5. Mw tny dunk mz. Klo dr aki 6v 4.5A diturunkan ke 1.5v bgm ya caray. Mw sy pake water pump yg digerakkan baterai 1.5v.. Terimaksh

    Rtop : 100 ohm
    Rbotton : 400 ohm

    BalasHapus